LN001
LN001

Bentrok Aksi Demo Marathon, Wabub Sepakat Prostitusi Ditutup

Bentrok Aksi Demo Marathon, Wabub Sepakat Prostitusi Ditutup
Bagikan :
29 Views

Situbondo, Lensa Nusantara – Suara rakyat suara tuhan, Ketika rakyat sudah meluapkan kekecewaannya terhadap kebijakan Pemerintah, maka dengan turun jalan sebagai upaya protes kepada Pemerintah.

Demo marathon yang di lakukan oleh aktivis pergerakan Gp Sakera, LPKP2HI, S One, LPKPN dan bersama aktivis Situbondo yang juga di dukung oleh ratusan elemen masyarakat. Menutut agar prostitusi yang ada di Situbondo ditutup, Karena sudah melanggar Perda Situbondo No 27 Tahun 2004, Kamis (16/05).

Aksi demo kali ini merupakan demo akbar dari demo marathon yang kedua kalinya di depan gedung Pemerintah Kabupaten Situbodo.

Dalam aksi demo tersebut Anggik selaku anggota GP Sakera menanyakan, “Dimana keprofesionalan Pemerintah Kabupaten Situbondo?. Ketika masyarakat berteriak di luar namun tidak segera di temui oleh Pemerintah”, Bentaknya.

Selanjutnya oleh Ketua S One dalam orasinya juga mengemukakan, “Sependapat dengan rekan-rekan semua karena kami Tim S One selalu mendampingi saat demo pertama yang dilakukan oleh Gp Sakera dan elemen masyarakat setahun yang lalu dan kami tetap komitmen untuk menyampaikan dan mendampingi apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Karena sudah jelas PERDA nya, dilaksanakan atau ditiadakan selesai sudah. Jangan memunafikkan diri, Sudah setahun lalu kan sudah jelas statement SEKDA kalo disana sudah dilakukan pembinaan bahkan dikucurkan dana. Trus PERDA sudah berusia 15 tahun apa harus menunggu umur PERDA dewasa?”, tanyanya.

Diteruskan oleh Ketua Generasi Muda Pembela Aspirasi Rakyat (Gempar) Situbondo, Sumyadi dari wilayah Besuki dalam orasinya menjelaskan, “Jangan jadikan kota ini kota yang tidak baik, karna ini kota santri, berikan penjelasan yang baik biar kami mengetahui dengan baik, Perda tersebut apakah sudah diperlakukan tapi jangan diperjual belikan”, Sergahnya.

“Coba berapa keuntungan yang kalian dapat hingga kota kalian dibuat begini, ini kota santri jangan dikotori, saya berharap lakukan yang terbaik buat Situbondo”, Terang Sumyadi.

Ketum GP SAKERA dalam orasinya¬† juga menuturkan, “Kami sudah buktikan janji kami, jika memang tidak ada reaksi yang baik untuk Maslah ini, kami sudah siapkan 300 orang dari luar kota yang sudah menuju ke kota tercinta kita ini Situbondo, Mungkin 500 orang lagi akan menyusul hingga puncaknya, Akan juga menggelorakan di kota ini. Kalau memang tidak ada respon yang baik. Itu janji kami”, geramnya.

Bang Ipoel panggilan akrabnya menambahkan, “Kami butuh bukti jangan kami bohongi, Kami tunggu”, tegasnya.

Sempat terjadi bentrok antara demonstran dengan anggota Kepolisian dan Satpol Pp. Karena permintaan agar Bupati dan Wakil Bupati untuk turun dan menemui demonstran di luar pintu gerbang yang belum di kabulkan. Akhirnya saling dorong dan naik pagar pun tak bisa di hindarkan.

Setelah ada peleraian dari bentrok tersebut, Kemudian pemangku kebijakan yang salah satunya Wakil Bupati Situbondo, Ir. Yoyok Mulyadi bersedia untuk menemui peserta demo di Lantai II Pemkab Situbondo. Peserta demo yang masuk diwakili oleh beberapa aktivis yakni dari Ketum Gp Sakera, Syaiful Bahri didampingi Bendum, Supriyati, Ketua S One, Dwi Atmaka dan Moh Al Hafiz, Ketua Gempar, Sumyadi, Ketua LPKPN, Fiki P, LPKP2HI yang diwakili Fauzi, Teropong yang diwakili Yadik dan perwakilan tokoh masyarakat H. Fahmi dari Desa Sumberejo.

Dalam kesempatan itu, Wabup Situbondo, Ir Yoyok Mulyadi menjelaskan, “Sepakat dengan apa yang menjadi tuntutan rekan-rekan sekalian untuk menutup lokalisasi secara permanent dengan memberikan solusi yang baik. Namun semua harus duduk bersama untuk melakukan hal tersebut dan saya bersedia untuk duduk bersama rekan-rekan sekali”, jelasnya yang menjadi tuntutan aktivis pergerakan sekalian. (Dodot)

About The Author

Related posts