LN001
LN001

Pembakaran Polsek Tambelangan, di Akibatkan Berita Hoaks

Pembakaran Polsek Tambelangan, di Akibatkan Berita Hoaks
Bagikan :
4 Views

Sampang, LensaNusantara- Hoax kembali memakan korban, kali ini yang menjadi korban adalah dibakarnya Polsek Tambelangan karena terprovokasi berita hoax.

Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan menyebutkan, motif pembakaran Kantor Polsek Tambelangan Sampang Madura, diduga karena masyarakat terprovokasi oleh berita hoaks, Rabu (22/5/2019) malam.

Masyarakat termakan atau terprovokasi oleh kabar miring atau berita hoax yang beredar yang di terima oleh masyarakat Tambelangan Sampang.

Konferensi pers diadakan di Mapolres Sampang kamis tadi siang dan Kapolda menyampaikan kabar berita tersebut kepada awak media.

”Ratusan massa yang mengamuk dan membakar Mapolsek Tambelangan tersebut diduga karena menerima informasi hoaks bahwa ada warga Madura yang ditahan di Jakarta ketika melakukan aksi people power, Karena informasi tersebut, kemudian memicu sekelompok massa itu tidak terima dan mengamuk di Mapolsek Tambelangan,” kata Luki Hermawan.

”Ini karena sebab persoalan miss communication tadi malam, sehingga masyarakat melampiaskan egois kemarahan dengan membakar kantor Polsek Tambelangan,” ungkapnya.

Kapolda tidak menampik bahwa pembakaran Mapolsek Tambelangan tersebut ada sangkut paut dengan kejadian people power di Jakarta, Dan berharap merupakan kejadian terakhir kalinya dan tidak merembet ke daerah lainnya.

Dalam upaya mencegah massa dari Jawa Timur untuk mengikuti gerakan aksi people power di Jakarta, Polda Jatim melakukan sweeping, dan berhasil memulangkan sekitar 1.800 massa yang hendak berangkat melakukan aksi di Jakarta.

Kapolda melakukan pertemuan tertutup antara para alim ulama dan tokoh pemuda agar tidak terulang kembali dan kondisi kamtibmas di Sampang tetap kondusif, aman dan damai.

Turut hadir dalam pertemuan tertutup tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi , Wakil Bupati H. Abdullah Hidayat dan Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman.

Kapolda berharap agar semua pihak saling menahan diri, permasalahan tidak harus diselesaikan dengan jalan kekerasan, tetapi bisa lewat komunikasi yang baik.

Berdasarkan penyelidikan sementara, pembakaran Mapolsek tersebut karena massa melemparkan batu dan bom molotov.

Molotov sendiri adalah sebuah bom bakar yang terbuat dari botol yang diisi oleh bensin atau alkohol dan diberikan sumbu berupa tali atau kain, Bom ini hanya memberikan efek terbakar karena sebelum dilemparkan sumbu dibakar terlebih dahulu.

Bom molotov yang dilemparkan oleh massa tersebut kemudian mengenai beberapa unit kendaraan sehingga merembet ke seluruh bangunan Mapolsek yang menyebabkan kebakaran.

Kejadian tersebut bermula ketika segerombolan masyarakat yang tidak diketahui asalnya datang secara tiba-tiba dan melempari Polsek Tambelangan sekitar pukul 22.00 WIB.

Kemudian anggota Polsek Tambelangan yang ada termasuk Kapolsek berusaha mengimbau agar jangan melakukan tindakan anarkis.

Namun massa semakin beringas dan anggota Polsek Tambelangan yang ada termasuk Kapolsek menyelamatkan diri karena massa tidak bisa dikendalikan lagi, jumlah mereka awalnya kurang lebih 50 orang dan semakin bertambah, Satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, namun lagi lagi massa mengancam.

Kerugian yang terjadi dalam aksi tersebut memakan beberapa mobil hancur dan kantor polsek mengalami rusak parah, (Ningsih krp).

About The Author

Related posts