LN001
LN001

Guru SMPN 01 Klabang Bondowoso jadi Instruktur Nasional Literasi

Guru SMPN 01 Klabang Bondowoso jadi Instruktur Nasional Literasi
Bagikan :
6 Views

Bondowoso – Mohammad Hairul, Guru dan pegiat literasi asal Bondowoso terpilih menjadi Instruktur Nasional Literasi Baca-Tulis, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Hairul yang merupakan Guru SMP Negeri 1 Klabang, Kabupaten Bondowoso terpilih setelah sebelumnya mengikuti tahap seleksi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) selama 7 hari pada bulan April 2019 lalu. Saat itu acara digelar di Hotel Grand Cempaka, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Menurut Hairul kala itu dia bersama 120 peserta bimtek lain dari 34 provinsi bersaing untuk menjadi 30 trainer nasional terpilih yang akan bertugas di 6 regional. yaitu regional Sumatra, regional Kalimantan, regional Jawa, regional Bali-NTT-NTB, regional Sulawesi-Maluku, dan regional Papua.
“Peserta lain dari kalangan guru bahasa, penyuluh bahasa, dan pegiat literasi dari seluruh Indonesia. Saya waktu itu mengikuti bimtek instruktur nasional mewakili Balai Bahasa Jawa Timur”, ungkap Hairul.

Hairul yang juga adalah ketua IGI (Ikatan Guru Indonesia) kabupaten Bondowoso, mengungkapkan sangat bahagia berkesempatan mengikuti acara bimtek dan lolos menjadi instruktur nasional. Bisa bertemu dengan narasumber dan peserta lain yang notabene adalah orang-orang yang sudah terkemuka.

Narasumber yang mengisi kegiatan waktu itu adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, Prof. Dr. Marsudi Wahyu Kisworo, Dr. Hurip Danu Ismadi, M.Pd, Prof Emi Emilia, M.Ed.,Ph.D, Dr.Tengku Syarfina, M.Hum, Retno Utami, M.Hum, Habiburrahman El Shirazy, Wien Muldian, Melvi, Billy Antoro, S.Pd, Firman Venayaksa, Drs. Krisanjaya, M.Hum, Bambang Trimansyah, S.S dan Penulis sekaligus pendiri Rumah Dunia, Gol A Gong.

Menurut Hairul pada kegiatan bimtek ia mendapatkan banyak pengetahuan baru. Baik tentang gerakan literasi nasional, gerakan literasi sekolah, dan gerakan literasi masyarakat. Selain itu bisa langsung praktik menulis kreatif, melakukan swasunting, dan membuat praktik baik berliterasi.

“Dari Bimtek ini saya dibekali pemahaman dan pelatihan tentang literasi baca-tulis (baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat), pemahaman berbagai macam jenis teks dan menulis kreatif, serta berlatih bernalar aras tinggi (BAT)” pungkas Hairul.

Setelah dinobatkan menjadi instruktur nasional literasi baca-tulis, Hairul menyampaikan bahwa tugas ia selanjutnya adalah memberikan bimbingan teknik kepada fasilitator Literasi di enam regional.

Ketika ditanya tentang gerakan literasi yang sedang dilakukannya di Bondowoso, Hairul menyampaikan sedang melakukan banyak pendampingan dan pelatihan menulis buku bagi guru dan siswa. “Saya menargetkan semakin banyak guru dan siswa di Bondowoso yang berhasil menerbitkan buku”, Ungkap Hairul, Selasa, 2/07/2019. (arik)

About The Author

Related posts