LN001
LN001

Luganteng Siap Menjadi Daerah Peningkatan Populasi Ternak di Sumenep

Luganteng Siap Menjadi Daerah Peningkatan Populasi Ternak di Sumenep
Bagikan :
21 Views

Sumenep,- LensaNusantara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan sebagai upaya meningkatkan populasi sapi di Sumenep menggelar program Pencanangan Kampung Inseminasi Buatan (IB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur

Acara tersebut diselenggarakan dilapangan Desa Guluk -guluk, Kecamatan Guluk-guluk Sumenep, dan dihadiri langsung oleh Drh Wemmi Niamawati, MMA Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Kepala IB Jatim, dr. S Wahyudi. Dan tak lupa juga hadir Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumenep, Ir Bambang Heriyanto, M.Si, Ketua PKK Sumenep, Nurfitriana Busyro Karim, serta para Forkopimda setempat. Selasa 6/08/2019

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si, dalam sambutannya mengatakan,  Kabupaten Sumenep merupakan salah satu kabupaten di jawa timur yang sudah memiliki populasi ternak sapi terbanyak se jawa timur yaitu sebanyak 367 ribu 362 ekor,” ungkap Bambang

“Maka dengan pencanangan kampung Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik itu adalah cara termudah untuk mengawinkan sapi, inseminasi buatan ditujukan untuk meningkatkan produksi dan populasi ternak sapi khususnya di kabupaten Sumenep,” imbuhnya.

Namun sampai saat ini lanjut Bambang, inseminasi buatan masih menjadi tujuan peternak dalam meningkatkan produktifitas maupun mutu genetik dimana hasilnya sudah banyak dirasakan masyarakat Sumenep, dan pencapaian IB di Sumenep juga mulai tahun 2016 sampai 2019 menunjukkan peningkatan yang luar biasa.

“Pada tahun 2016 sebanyak 26 ribu 37 dosis, tahun 2017 sebanyak 26 ribu 853 dosis, tahun 2018 sebanyak 39 ribu 929 dosis, dan diakhir juli tahun 2019 ini sebanyak 27 ribu 933 dosis,” terangnya.

Dijelaskan juga, keberhasilan IB itu sangat ditentukan oleh peternak sendiri, dan tenaga insiminator serta kelengkapan sarana.

“Sedangkan jumlah tenaga insiminator di kabupaten Sumenep saat ini berjumlah 32 pasukan, 5 orang diantaranya dari ASN dan 27 orang lainnya dari Swadaya,” paparnya.

Para insiminator ini dikatakannya juga merupakan pahlawan – pahlawan devisa khususnya di kabupaten Sumenep yang loyalitas dan tanggung jawabnya menjadi rujukan pertama untuk memperbanyak populasi di Sumenep.

“Dan kampung IB ini nantinya menjadi produk sumber bening yang ada di kabupaten Sumenep yang mana telah ditampilkan pada pencanangan kampung IB ini yaitu sapi – sapi terbaik yang ada di Sumenep dan ini adalah harta yang tidak boleh ditukar dengan apapun sehingga perlu dilestarikan ras sapi madura khususnya sapi Sumenep,” tegasnya.

Menurutnya juga, pada tahun 2019 ini, Kampung IB akan dilaksanakan di delapan Desa yang terdapat di empat Kecamatan, diantaranya, Kecamatan Guluk-Guluk, Ganding, Lenteng yang di singkat menjadi LUGANTENG dan inilah salah satu wilayah yang berpotensi untuk kampung IB di Sumenep,” paparnya.

“Kampung IB ini, pilot project kami dan sudah mendapat petunjuk dari Kadis Peternakan Jatim, bahwasanya kabupaten Sumenep menjadi pilot project Kampung IB, sehingga nantinya kalau ada kunjungan dari Provinsi maupun Pusat kami siap membuktikan kalau di masing -masing kecamatan sudah terdapat kampung IB,” ucapnya.

Maka dari itu Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Drh. Wemmi Niamawati, MMA, mengucapkan terimakasih kepada Bupati Sumenep dan Kepala Dinas Peternakan Sumenep yang telah menginisiasi pencanangan yang sangat bersinergis untuk memajukan sektor -sektor untuk mewujudkan kesejahteraan peternak.

“Pencanangan kampung IB ini, upaya menjadikan kampung Desa sebagai basis pembangunan dibidang peternakan, karena hal ini sangat sinergis dengan visi dari pada pemerintah jawa timur,” ungkapnya.

Sementara Bupati Sumenep, Dr KH A Busyro Karim menyampaikan, ini bentuk kerja keras Pemkab Sumenep dalam hal ini Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumenep, dan kita harus bersyukur, karena hanya di Kabupaten Sumenep ini ada kampung IB secara nasional.

“Selain itu, ini merupakan kesadaran dari peternak untuk terus mengicu bagaimana populasi sapi ini bisa berkembang dengan baik, karena tanpa kesadaran para peternak ini tidak bisa kita harapkan,” ungkap Busyro

Lanjut Bupati, bahwa ini memang sangat luar biasa sekali, jadi ini harus dipikirkan oleh pemkab Sumenep serta juga oleh provinsi jawa timur, karena kita inginkan kampung IB ini tidak hanya 4 tahun hilang begitu saja pasca dicanangkan saat ini,” imbuhnya.

“Dengan itu butuh kebersamaan semua pihak yang ada di Kabupaten Sumenep, provinsi dan pusat dan lain – lainnya,” paparnya.(Saleh)

About The Author

Related posts