LN001
LN001

Kapolres dan Dandim 0823 Situbondo Pimpin Deklarasi Damai

Kapolres dan Dandim 0823 Situbondo Pimpin Deklarasi Damai
Bagikan :
24 Views

SITUBONDO | LensaNusantara – Ditengah-tengah panasnya issue Nasional tentang penolakan RKUHP, RUKPK dan beberapa prodak aturan hokum lain nya oleh mahasiswa maupun beberapa kalangan di Indonesia. Sehingga aksi dari penolakan tersebut menimbulkan gugurnya dua mahasiswa yaitu Immawan Randi (21), mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan UHO. Serta Muhammad Yusuf Kardawi (19) mahasiswa jurusan Teknik D-3 Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Saat melakukan aksi di depan Kantor DPRD Sulawesi Tenggara, Kota Kendari.

PC PMII Situbondo bersama Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono, SH SIK MH dan Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Akhmad Juni Toa, SE.MI.Pol beserta Pejabat Utama Polres Situbondo dan Kapolsek jajaran. mengadakan acara Do’a dan tahlil di alun-alun Situbondo . (28/9/2019)

Saat dilakukan wawancara oleh tim S-one seusai acara dan memimpin Ikrar damai bersama Mahasiswa , Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono, SH SIK MH menyatakan dukungannya atas adanya kegiatan tersebut baik secara moral maupun dalam kegiatanya . Sebagai bentuk kebersamaan dari PMII.

“Ini menunjukkan kepada kita bersama, untuk situbondo TNI, Polri dan mahasiswa ini bersinergi semuanya. Tentunya semua berharap dengan sinergi ini situbondo tetap aman. Tidak terpengaruh dengan gejolak politik yang ada di tingkat nasional,” Tegas Bapak Kapolres Situbondo

“Tentunya Kemerdekaan mengeluarkan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang diatur oleh UU, yang mana esensi dari pada itu semua adalah adanya kebebasan menyiarkan pendapat dan adanya perlindungan hokum”

“Artinya setiap adek-adek Mahasiswa ataupun elemen-elemen masyarakat melakukan unjuk rasa, Harus mengikuti aturan-aturan perundang-undangan yang ada. Jadi mereka menyelenggarakan kebebasan berpendapat dan pasti akan mendapatkan perlindungan hokum dari negara” Imbuhnya.

Sementara Bapak Letkol Inf Akhmad Juni Toa, SE.MI.Pol menyampaikan apresiasinya yang tinggi atas digelarnya acara tersebut.

“Pertama saya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap PC PMII yang menggelar acara malam hari ini, kita tahu pergerakan mereka diawal- awal kemaren ikut menyuarakan issue Nasional. Dan malam hari ini. Malam meraka mendo’akan kawan mereka yang gugur di kendari tepatnya di Sulawesi tenggara di kendari,” jelas dirinya.

“Aksi ini adalah aksi yang sangat baik menyentuh solidaritas mahasiswa dimana mereka turut mendo’akan rekan-rekannya yang gugur untuk memperjuangkan apa yang menjadi keinginan mereka, Itu poin yang angat baik. Melihat sisi kemanusiaannya, Mendoakan alamarhum tentu segala amal kebaikannya diterima disisi Tuhan Yang Maha Kuasa.”

“Ini bagus untuk di contoh kepada seluruh Bangsa Indonesia. Bahwa mahasiswa itu ada sisi kritisnya dan juga ada sisi kemanusiaannya yang tinggi.” kata Bapak Dandim Situbondo

“Kita jangan sampai tertipu dengan algoritma komunikasi social media, artinya tidak semua informasi dalam bentuk meadia cetak maupun media elektronik harus bisa ditela’ah mentah-mentah. Harus menggunakan kecerdasan dan intelektual dalam menilai itu. Karena komunikasi kita kan sudah tergantikan oleh Hand Phone melalui WA, Tergantikan oleh telegram, Tergantikan digital, tergantikan oleh video-video viral yang sampai kita dibingungkan mana yang benar dan mana yang salah, Makanya yang paling baik yaitu kita kembalikan dengan komunikasi yang paling mendasar yantu komunikasi dialog antar sesama.” Pesannya.

“Turun kejalan adalah cara yang baik dan dilindungi undang-undang, tapi cara yang lebih baik menurut saya adalah dengan berdialog untuk mencapai suatu dialektika yang baik”. tambahnya

Ahmat zuhri selaku ketua 2 PC PMII Situbondo dalam acara tersebut memimpin ikrar sumpah Mahasiswa, serta menceritakan sejarah peran penting dari mahasiswa sejak masa perjuangan hingga tragedi berdarah.

“Saat peristiwa tahun 1998 banyak mahasiswa yang gugur ketika melakukan demonstrasi dan saat ini tragedi tersebut terulang kembali dengan gugurnya 2 mahasiswa” paparnya.

“Saya berharap kasus ini diusut dengan tuntas” harapan zuhri di akhir penyampainnya tentang sejarah mahasiswa.
Acara tersebut di tutup dengan Deklarasi Damai yang Dipimpin oleh BapakKapolres Situbondo Dan Bapak Dandim 0823 Situbondo bersama jajarannya serta sejumlah Mahasiswa di Situbondo.
(Dodot)

About The Author

Related posts